”Di”, Kata Depan atau Imbuhan? Digabung atau Dipisah?

Dalam proses editing, sering kali seorang editor menemukan kesalahan penggunaan kata ”di”. Banyak terjadi, kata ”di” sebagai kata depan tidak dipisah dengan kata yang diikutinya, misalnya ”disana” dan ”disaat”. Padahal, kata depan ”di” seharusnya ditulis terpisah dengan kata yang diikutinya sehingga yang benar adalah ”di sana” dan ”di saat”.

Di lain pihak, ada juga ”di” yang merupakan imbuhan, tetapi dalam penggunaannya dipisah dari kata yang diikutinya. Misalnya, ”di tempatkan” dan ”di penuhi”. ”Di” yang merupakan imbuhan seharusnya dalam penggunaannya digabung dengan kata yang diikutinya. Jadi yang benar adalah ”ditempatkan” dan ”dipenuhi”.

Pernah suatu kali seorang anak SMA datang ke rumah untuk meminjam komputer. Dia mau mengetik tugas dari sekolah. Ternyata dia salah ketika menggunakan kata depan ”di” untuk kata ”disana”. Lalu, saat saya bilang kalau itu salah, dia menjawab bahwa gurunya di sekolah mengajarkan seperti itu untuk kata tersebut.

Lalu, saya berpikir bagaimana cara sederhana untuk menjelaskan dan membedakan ”di” sebagai kata depan atau ”di” sebagai imbuhan.

Jadi saya jelaskan begini, ….

Setiap kata yang mengikuti ”di”, apa pun kata itu, kita buat jadi kata untuk kalimat aktif dengan mengganti ”di-” menjadi ”me-”. Jika kata itu bisa menjadi kata untuk kalimat aktif maka itu berarti ”di” di situ adalah imbuhan. Sebaliknya, jika kata itu terdengar rancu ketika diubah maka ”di” di situ adalah kata depan.

Misalnya:

”di-penuhi” diubah menjadi ”memenuhi”
”di-tempatkan” diubah menjadi ”menempatkan”

Bandingkan:

”di-sana” [tidak bisa] diubah menjadi ”menyana” (rancu)
”di-saat” [tidak bisa] diubah menjadi ”menyaat” (rancu)

Kesimpulannya: 

  • Semua kata (yang diikuti ”di”) yang TIDAK BISA DIUBAH menjadi kata untuk kalimat aktif, itu berarti ”di” yang mengikutinya merupakan ”KATA DEPAN” dan dalam penggunaannya DIPISAH dengan kata yang diikutinya.
  • Semua kata (yang diikuti ”di”) yang BISA DIUBAH menjadi kata untuk kalimat aktif, itu berarti ”di” yang mengikutinya merupakan ”IMBUHAN” dan dalam penggunaannya DIGABUNG dengan kata yang diikutinya

Semoga bermanfaat….

”Pun” – Kapan Disambung, Kapan Dipisah?

Sebelum membahas tentang penggunaan ”pun” – apakah disambung ataukah dipisah dengan kata yang diikutinya – berikut copy-paste kata ”pun” dari KBBI yang secara online bisa dicari dan dilihat di http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi.

________________

pun p 1 juga atau demikian juga: jika Anda pergi, saya — hendak pergi; 2 meski; biar; kendati: mahal — dibelinya juga; 3 saja …: berdiri — tidak dapat, apalagi berjalan; apa — dimakannya (jua); 4 (···pun ···lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari — malamlah; 5 untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat:

maka baginda — bertanya pula

————————–

”pun” dalam kutipan KBBI di atas adalah sebuah partikel (p). Semua ”pun” yang memiliki arti seperti di atas, dalam penulisannya HARUS TERPISAH DARI KATA YANG DIIKUTINYA. Dalam penulisan, sering terjadi kesalahan seperti contoh berikut.

“Apa pun juga akan ia lakukan demi anaknya.”

Karena ”pun” di situ sudah berarti ”saja” maka penambahan ”juga” menjadi tidak efektif sehingga yang benar adalah:

“Apa pun akan ia lakukan demi anaknya.”

Jadi, sebaiknya jangan pernah menambahkan kata ”juga” setelah ”pun” yang memiliki arti seperti kutipan KBBI di atas.

Apakah ada ”pun” yang boleh disambung dengan kata yang diikutinya?

Selain ”pun” yang terpisah dan memiliki arti seperti kutipan KBBI di atas, ada juga ”pun” yang penulisannya disambung karena memang kata tersebut adalah sebuah paduan. Kelompok ”pun” yang lazim dianggap padu menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonseia yang Disempurnakan adalah:

  • adapun
  • andaipun
  • ataupun
  • bagaimanapun
  • biarpun
  • kalaupun
  • kendatipun
  • maupun
  • meskipun
  • sekalipun
  • sungguhpun
  • walaupun

Tentang hal ini bisa dilihat di http://pusatbahasa.depdiknas.go.id/lamanv4/sites/default/files/EJD-KKP-PBN-BID.PENGEMBANGAN.pdf hlm. 27.

Semoga bermanfaat…

Paket Print on Demand

a. Paket ”QUICK START” Tarif Rp1.100.000,- (Paket cetak)
Naskah Anda akan disulap menjadi sebuah buku dengan ukuran standar penerbit, yakni ukuran A5 (148 x 210 mm) dengan kualitas kertas kaver dan isi sama persis dengan buku profesional. Jumlah eksemplar yang Anda terima adalah 40 buah.
Hubungi kami: info@redcarpetstudio.net

b. Paket ”FACE OFF” Tarif Rp1.500.000,- (Paket cetak + desain kaver)
Naskah Anda akan disulap menjadi sebuah buku dengan ukuran standar penerbit, yakni ukuran A5 (148 x 210 mm) dengan kualitas kertas kaver dan isi sama persis dengan buku profesional. Dan … desainer cover kami akan membuatkan desain cover yang terbaik untuk Anda. Jumlah eksemplar yang Anda terima adalah 40 buah.
Hubungi kami: info@redcarpetstudio.net

c. Paket ”MASTERPIECE” Tarif Rp2.400.000,- (Paket komplet)
Naskah Anda akan disulap menjadi sebuah buku dengan ukuran standar penerbit, yakni ukuran A5 (148 x 210 mm) dengan kualitas kertas cover dan isi sama persis dengan buku profesional. Selain itu, desainer cover kami akan membuatkan desain cover yang terbaik untuk Anda, copy-editor kami juga akan membenahi naskah Anda, serta tim lay-out kami akan menjadikan tampilan isi buku Anda enak dipandang dan dibaca.  Jumlah eksemplar yang Anda terima adalah 40 buah.
Hubungi kami: info@redcarpetstudio.net

d. Paket “AMAZING” Tarif Rp1.150.000,-
Naskah Anda akan disulap menjadi sebuah buku dengan ukuran standar penerbit, yakni ukuran A5 (148 x 210 mm) atau boleh juga seukuran novel dengan kualitas kertas cover dan isi sama persis dengan buku profesional. Selain itu, desainer cover kami akan membuatkan desain cover yang terbaik untuk Anda, serta tim lay-out kami akan menjadikan tampilan isi buku Anda enak dipandang dan dibaca.  Jumlah eksemplar yang Anda terima adalah 10 buah. Paket ini spesial untuk naskah fiksi seperti novel maupun kumpulan cerpen.
Hubungi kami: info@redcarpetstudio.net

Note:

  • Untuk semua Paket di atas, jumlah halaman buku tidak lebih dari 100 hlm. Jika lebih dari 100 hlm, maka biaya akan kami hitung ulang.
  • Biaya-biaya tersebut di atas belum termasuk ISBN dan ongkos kirim.